Home › NOKNjam kali ini bersama Farid Stevy
October 21st, 2014

NOKNjam Kali Ini Bersama Farid Stevy

Suatu waktu di 2013, bertemulah saya dengan seorang kawan, yang sebenarnya belum begitu lama saling kenal secara personal. Jauh sebelumnya, Farid Stevy yang saya tahu adalah seorang seniman, perupa yang baru sekali saya lihat pamerannya di Bali. Selain itu, setahu saya Farid Stevy adalah seorang penyanyi dari grup musik rock FSTVLST. Tidak banyak informasi terserap kecuali perilaku berandalannya. Sampai pada sebuah acara di tengah tahun 2014, yang adalah acara semacam talk show, saya hadir sebagai penonton dan Farid Stevy adalah pembicara. Dia hadir dalam kapasitasnya sebagai seniman yang diajak ngobrol di acara bertopik bisnis dan startup. Saya tidak begitu tertarik tentang apa yang dia bicarakan, selain sesuatu yang membuat saya berpikir cepat ketika Farid mengutarakan idealnya sebuah kolaborasi. Statement dia waktu itu kurang lebih begini: kolaborasi adalah embracing possibilities, mencoba mengolah sekian banyak kemungkinan. Berjalan cepat ke beberapa waktu berselang setelah acara itu, NOKN sendiri sebagai sebuah brand mempunyai program yang pernah berjalan, sebuah kolaborasi dengan siapapun diluar NOKN. Beberapa NOKNjam —tajuk program ini— sebelumnya dihelat di tahun 2012 dan 2013, bersama seniman Iwan Efendi, Hendra Harsono, dan grup hiphop berbahasa Jawa Jogja Hiphop Foundation. NOKN sendiri memutuskan untuk mengevaluasi segala wujud dan teknis kolaborasi NOKNjam ini, dan mengagendakan di kuarter ketiga tahun 2014 harus ada satu program NOKNjam berjalan dengan konsep dan eksekusi yang lebih tajam dari NOKNjam yang telah lalu. Selama waktu berjalan sejak acara itu, saya mencoba mengakrabkan diri dan mulai memetakan siapa sebenarnya, apa yang dia buat, dan mencari detil-detil yang pas untuk mengajak Farid Stevy sebagai kolaborator NOKNjam berikutnya. Saya mulai melihat langsung konser-konsernya, mulai bertandang ke studionya, mulai membicarakan hal-hal ringan untuk mencari titik mula dan kecocokan untuk sebuah kolaborasi. Yang saya temukan justru luar biasa, Farid Stevy bisa diajak duduk bicara sebagai seorang seniman yang menurut saya plus plus. Dia sepakat dengan pemikiran model bisnis “kapitalisme yang dijinakkan” terutama di ranah seni yang sangat personal dan kadang menjadi tabu untuk dikomoditaskan secara massal. Tim NOKN yang sedang menggagas ulang bagaimana format NOKNjam lebih lanjut, menjadi punya sparring yang tanggap dan cocok terhadap draft kolaborasi yang lebih ganas, yang lebih embracing possibilites. Dan selama proses itulah diketahui bahwa Farid sebagai seniman visual muda Jogja yang berpameran di galeri-galeri, juga memiliki kompetensi memproduksi karya yang lebih lunak dan berkomunikasi dengan baik kepada publik, misalnya logo set PT Kereta Api Indonesia yang ternyata adalah hasil kerjanya. Selain banyak karya aplikatif untuk brand lain, yang bisa anda lihat di sini. Farid tidak egois sebagai seniman yang karyanya harus beredar di galeri-galeri seni yang khusyuk. Dia sadar betul bahwa kesenian di taraf tertentu harus bisa melayani masyarakat. Setelah malam-malam yang pusing namun menyenangkan, disepakatilah sesuatu, sebuah project yang akan tajam menapakkan beberapa hal tentang NOKN dan Farid Stevy: NOKNjam with Farid Stevy. Akan dihelat di akhir Oktober 2014. Dan benar-benar direncanakan sebagai project yang output-nya adalah produk NOKNbag rilisan terbatas yang diberi sentuhan visual oleh Farid Stevy, bisa dinikmati publik dengan gembira dan bermain-main, modular sesuai garis perjuangan desain NOKNbag, dan satu hal yang ditambah taruhannya oleh Farid: migunani tumraping liyan. Seperti apa wujud produk NOKNjam X Farid Stevy? Tidak lama lagi akan dirilis untuk kita semua merayakan kegembiraan dan berbagi. Seperti apa Farid Stevy memaknai NOKNjam? Bisa dibaca di sini. Salam, Bayu Pamura - NOKNbag Co-Founder
 

Keep In Touch

Subscribe to our newsletter and get 10% discount.